Email: inkubator.ppti@gmail.com    Alamat: Plaza UNY Lantai 4 Nomor 4.01

VTC

Logo VTC

 

VOCATIONAL TRAINING CENTER

Perlambatan ekonomi di Indonesia kian bertambah sehingga mengakibatkan jumlah pengangguran semakin meningkat. Hal ini dapat dilihat dari berita online liputan6.com bahwa dalam catatan Badan Pusat Statistik (BPS) angka pengangguran di Indonesia meningkat 300 ribu orang selama setahun dari Februari 2014 sampai Februari 2015. Kepala BPS Suryamin mengungkapkan, angkatan kerja Indonesia pada bulan kedua ini sebanyak 128,3 juta orang atau meningkat 6,4 juta orang dibanding Agustus 2014. Sedangkan dibanding Februari tahun lalu, bertambah sebanyak 3 juta orang. BPS mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I tahun ini sebesar 4,71 persen atau melambat dibanding triwulan I 2014.

Dalam Konferensi Pers Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I angka pengangguran bertambah 300 ribu orang menjadi 7,45 juta orang pada Februari 2015 dari realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 7,15 juta orang. Dari data BPS, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) didominasi penduduk berpendidikan Sekolah Menengah Atas (SMK) sebesar 9,05 persen, lalu disusul pada jenjang Sekolah Menengah Atas 8,17 persen, dan Diploma I/II/ III sebesar 7,49 persen. Dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan kualitas produk industri kelas dunia yang mampu berdaya saing dengan pasar global yaitu Sumber Daya Manusia (SDM) yang maksimal. Asumsi umum beranggapan bahwa dalam pengembangan SDM secara maksimal bisa ditempuh melalui pendidikan. Tujuan pembentukan SDM yang dibutuhkan industri adalah pendidikan kejuruan.

Pendidikan kejuruan disebut juga sekolah menengah kejuruan (SMK) yaitu salah satu jenis sekolah di Indonesia yang sederajat dengan Sekolah Menengah Atas (SMA), bedanya SMK lebih menekankan terhadap pendidikan vokasional. Tujuan pendidikan menengah kejuruan (SMK) dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional no. 22 tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah, ditegaskan bahwa pendidikan kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan kepribadian, akhlak mulia serta ketrampilan peserta didik untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. Pendidikan kejuruan (SMK) mempersiapkan seseorang untuk bekerja dan memperbaiki potensi tenaga kerja. Salah satu bentuk pendidikan kejuruan tersebut adalah pelatihan berkelanjutan yang dibentuk untuk mempersiapkan seseorang dapat memasuki dan melanjutkan pekerjaan.

Oleh karena itu, Pusat Pengembangan Teknopreneurship Indonesia (PPTI) FT UNY membentuk Vocational Training Center sebagai sarana pengembangan kemampuan siswa SMK. Hal ini guna mendukung sistem pendidikan nasional kejuruan (SMK) yang bertujuan mempersiapkan tenaga yang memiliki keterampilan dan pengetahuan. Sesuai dengan kebutuhan persyaratan lapangan kerja, siswa SMK akan mampu mengembangkan potensi dirinya dalam mengadopsi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi berikut urgensinya. Para siswa perlu ditanamkan akan pentingnya penguasaan pengetahuan dan teknologi, keterampilan bekerja, sikap mandiri, efektifvitas, efisiensi dan pentingnya keinginan sukses dalam kariernya sepanjang hayat.

VTC juga merupakan upaya menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang setiap tahunnya membutuhkan tenaga kerja unggulan tersertifikasi dan terstandarisasi. MEA bukan hantu menakutkan, oleh karena itu VTC hadir di
tengah-tengah untuk memberikan pemecahan masalah berupa pelatihan berkelanjutan. Agar dihasilkan tenaga kerja lulusan SMK terstandar yang unggul, profesional dan kompetitif dalam dunia pekerjaan.