Email: inkubator.ppti@gmail.com    Alamat: Plaza UNY Lantai 4 Nomor 4.01

Bakpia Kinanthi

Bakpia tidak hanya sekedar makanan khas yang mewakili Jogja, makanan khas ini juga mewakili ketekunan pengerjaan, ketelitian dalam memilih bahan berkualitas, keindahan penyajian dan kelezatan bakpia asli yang tiada duanya.

IMG_9619

Resep awal bakpia Jogja pada awalnya di bawa oleh warga Tioghoa. Pada tahun 1940 warga Tionghoa yang bernama Kwik Sun Kwik tinggal di daerah Jogja tepatnya di Kampung Suryowijayan kecamatan Matrijeron Jogja. Kwik tinggal di Jogja dengan menyewa lahan di warga lokal yaitu Niti Gurnito. Untuk menyambung hidup di Jogja, Kwik memulai dengan menjalankan usaha yaitu dengan membuat khue yang akhirnya menjadi khas dari Kota Yogyakarta ini. Kwik juga bekerja sama dengan rekannya yang berasal dari Tionghoa juga. Ia bekerja sama dengan Liem Bok Sing yang menjual areng. Areng tersebut di gunakan Kwik untuk memanggang bakpianya. Resep makanan khas Tionghoa ini memang menggunakan minyak babi. Mengetahui hal tersebut masyarakat Jogja menjadi tidak tertarik dengan bakpia buatan Kwik. Dengan memahami kendala produksinya, Kwik beralih tidak menggunakan minyak babi lagi pada bakpianya.
Bakpia Pia Kinanthi, bentuk dan tampilan luarnya memang seperti pada umumnya. Namun kelembutan adonan yang bercampur dengan rasa isian yang lezat akan terasa begitu berbeda dari bakpia lainnya. Dengan varian rasa kacang, keju, cokelat, kacang hijau dan durian*, Bakpia Pia Kinanthi siap memberikan kelezatan yang jauh berbeda dari yang lain.

Proses Bakpia Jogja Resize


Bakpia Pia Kinanthi cocok untuk dijadikan cemilan dan oleh-oleh selepas berwisata di Jogja. Dikemas dengan kemasan menarik dan berkualitas. Bakpia Kinanthi akan menjadi oleh-oleh istimewa untuk sanak saudara tercinta.