Email: inkubator.ppti@gmail.com    Alamat: Plaza UNY Lantai 4 Nomor 4.01

Mainstream PPTI

Mainstream 1: Inkubasi Bisnis dan Teknologi (IBT)

Inkubasi Bisnis dan Teknologi (IBT), bertujuan untuk mendukung kewirausahaan berbasis teknologi untuk masyarakat, baik pelaku bisnis maupun pendatang baru dalam dunia bisnis. IBT menciptakan dan mengembangkan start-up (perusahaan pemula) yang memanfaatkan hasil penelitian dan pengembangan dari lembaga litbang maupun perguruan tinggi yang berada di dalam atau di sekitar inkubator. IBT juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas inkubator-inkubator yang saling terhubung dan bekerja sama satu sama lain untuk mengembangkan dan membantu industri serta Industri Kecil Menengah (IKM) dalam menyesuaikan teknologi-teknologi yang tepat. IBT akan membantu dan mendampingi on-site dan off-site para pengguna jasa melalui jasa pelatihan dan pendampingan, serta mengembangkan materi-materi intermediasi melalui kerjasama dengan organisasi-organisasi yang lain.

Program inkubasi bisnis dan teknologi yang dilakukan PPTI FT UNY yaitu, suatu program yang dilaksanakan untuk mengalirkan hasil R&D (invensi) menjadi produk komersial dan lahirnya perusahaan rintisan (start up company). Inkubasi teknologi diarahkan pada kematangan teknologi yang akan dikembangkan melalui proses R&D, prototyping, tes produk, dan sertifikasi. Sedangkan, Inkubasi bisnis dimulai dari studi kelayakan (feasibility study) bisnis dan penyusunan rencana bisnis (business plan), intermediasi bisnis, serta pendanaan awal untuk perusahaan rintisan dan bentuan perluasan pasar.

Proses penumbuhan dari ide menjadi produk komersial di IBT pada dasarnya melalui tiga tahapan, yakni: pra-inkubasi, inkubasi, dan post inkubasi. Tahapan pra-inkubasi diarahkan pada penguatan proses kemitraan antar-pihak yang akan terlibat dalam proses berikutnya, baik dari unsur akademisi/peneliti, pelaku usaha, maupun pemerintah. Aktivitas yang dilakukan antara lain: Technocamp, workshop, seminar, pameran, dan sebagainya. Kemudian, dilakukan proses matching melalui business matching dan busines gathering, dan selanjutnya dilakukan penandatanganan kesepakatan antara tenant dengan pihak terkait. Waktu untuk pelaksanaan tahap pra-inkubasi adalah 3-9 bulan.

Tahapan inkubasi merupakan proses inti alih teknologi dan bisnis di IBT. Pada tahap ini tenant sudah menempati fasilitas yang disediakan di STP. Tahapan inkubasi memerlukan waktu antara 3-36 bulan, bergantung kepada tingkat kompleksitas bisnis dan teknologi yang dijalankan. Dalam proses inkubasi ini, tenant PPTI FT UNY akan diberikan: mentoring, pendampingan uji produksi, pendampingan uji konsumen, pendampingan uji jual, sertifikasi, hingga promosi. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut:

1) Mentoring, merupakan aktivitas mendampingi tenan dalam mengelola bisnis selama masa inkubasi dengan membuat perencanaan inkubasi dan pendampingan teknis. Pendampingan yang dilakukan menyangkut aspek bisnis dan aspek teknologi.

2) Uji produksi, merupakan proses uji coba produksi dalam skala kecil sampai skala pilot, yang bertujuan untuk menemukan teknik dan kondisi produksi yang tepat, sekaligus mengembangkan produk dari skala lab ke skala produksi. Proses uji produksi meliputi tahapan: Persiapan; Review desain/formulasi; Identifikasi kebutuhan bahan, alat, SDM dan pengaturan jadwal; Penyiapan bahan, alat dan SDM; Optimasi kondisi produksi; running uji produksi; dan pengujian produk hingga siap diuji pada konsumen.

3) Uji konsumen atau disebut alpha test, adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengidentifikasi pelanggan yang diminta menggunakan contoh produk dan memberikan umpan balik sebagai bahan perbaikan dan pengembangan produk. Tahapan yang dilakukan meliputi: menentukan jumlah responden; membuat dan menyebarkan kuesioner dengan metode tertentu, contoh dengan metode „Kano‟; serta membuat analisa dan kesimpulan.

4) Uji jual atau disebut beta test, adalah kegiatan penjualan produk untuk mengetahui nilai jual produk, baik kepada pelanggan maupun kepada konsumen baru. Tahapan yang dilakukan meliputi: Menentukan segmen pasar yang potensial; Melaksanakan penjualan produk; Melakukan analisa dan kesimpulan atas laporan penjualan.

5) Sertifikasi, adalah kegiatan peningkatan kapasitas legal bagi produk tenan sesuai dengan kriteria yang diinginkan pasar.Sertifikasi dilakukan oleh lembaga-lembaga yang telah ditunjuk, dan difasilitasi oleh STP. Kegiatan ini meliputi tahapan:Identifikasi jenis sertifikasi; survey lembaga terkait, proses dan pembiayaan; serta pelaksanaan sertifikasi.

6) Promosi adalah kegiatan untuk memperkenalkan produk terhadap masyarakat yang lebih luas, memperluas pasar, serta menciptakan potensi kerjasama dengan pihak lain sebagai pengguna produk. Kegiatan promosi diakukan melalui pameran, penerbitan dan penyebarluasan brosur, pembuatan iklan di media cetak maupun elektronik, serta media on-line.

Tahapan setelah inkubasi adalah post inkubasi, yaitu tahapan berikutnya setelah tenan dinyatakan lulus (graduate) dari inkubator. Inkubator PPTI FT UNY dapat menyediakan area khusus bagi perusahaan rintisan yang lahir untuk mengembangkan bisnisnya dengan pola sewa. Jika tidak, maka perusahaan rintisan tersebut dapat mencari lokasi di luar STP, seperti di sentra-sentra industri yang disediakan khusus oleh pemerintah. Meskipun sudah keluar dari inkubator PPTI FT UNY, perusahaan rintisan tetap menjalin kemitraan dengan inkubator, bahkan disarankan ikut menjadi subsidiary business unit (SBU) dari holding company yang dibentuk inkubator sebagai sayap bisnis untuk mebantu proses bisnis dari start up company yang dirintis bersama tenant. Selain itu, tenant yang sudah lulus dari inkubator juga dapat menjadi menjadi “Bapak Angkat/angel investor” bagi tenant junior yang sedang dibina.

Mainstream 2: Training dan Peningkatan Kapasitas SDM
Dalam Mainstream 2 ini, yakni PPTI FT UNY memberikan training dan peningkatan kapasitas SDM diberikan, baik SDM calon pengusaha (enterpreneur), maupun SDM pekerja di industri. Selain mendorong penciptaan IKM baru berbasis teknologi, inkubator PPTI FT UNY bersama dengan Bursa Kerja Khusus (BKK) FT UNY juga mendukung penyediaan tenaga kerja terampil untuk industri.

Tersedianya tenaga kerja terampil selain menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat, juga menjadi solusi bagi peningkatan produktivitas dan daya saing industri. Melalui program ini, inkubator ikut mendukung percepatan transisi ekonomi berbasis tenaga kerja buruh ke ekonomi berbasis tenaga terampil.

Khususnya dalam mendukung program di Mainstream 1, pelatihan yang diberikanvkepada tenant dengan tujuan dimaksudkan untuk membangun kapasitas dan kemampuan bisnis tenan serta membangun jejaring (network) antar-tenan. Materi training yang diselenggrakan oleh inkubator PPTI FT UNY diarahkan sesuai dengan fokus kebutuhan pada bidang IKM/UKM yang bersangkutan. Materi-materi pelatihan ditekankan pada enterpreneurial training, yakni mencakup:

  1. Keuangan : Akuntasi dasar, menyusun anggaran, merencanakan laba, penyusunan business plan.
  2. Manajemen SDM : Kepemimpinan (leadership), training of trainer.
  3. Pemasaran : Kemampuan negosiasi bisnis, Manajemen pemasaran.
  4. Produksi : Manajemen Inventori, managing cost and quality.
  5. Legal : Hukum bisnis

Mainstream 3: Prototyping center

Pada program Mainstream 3 ini yakni, PPTI FT UNY menyediakan prototyping center yang dimaksudkan adalah di inkubator PPTI FT UNY ini berperan sebagai lokasi untuk pengembangan prototype teknologi yang siap dikomersialkan atau disebut sebagai “pilot plant.” Pilot Plant adalah fasilitas teknologi untuk memproduksi sejumlah kecil produk. Fasilitas tersebut dirancang untuk menguji atau membuktikan metode yang mungkin digunakan pada saat produksi massal (full scale plan). Pilot plant sangat penting keberadaannya di proses inkubasi bisnis teknologi karena dapat mengurangi resiko investasi pada metode produksi yang belum teruji.

 Sejauh ini, dalam mengembangkan Pilot Plant ini, PPTI FT UNY telah bekerjasama dengan Pusat Pemberdayaan Teknologi (PUSDATEK) FT UNY dan UPT BPPTK LIPI. Hal ini membantu tenant untuk menguji proses produksinya sebelum memproduksi produk dalam jumlah besar. Untuk IKM/UKM baru, menggunakan fasilitas pilot plant jauh lebih murah dibandingkan full scale plant. Pilot plant juga dapat memberikan data berharga untuk merancang full scale plant, seperti data-data ilmiah tentang reaksi kimia atau sifat-sifat material yang kompleks. Data-data tersebut diperlukan untuk memperbaiki desain pada fasilitas skala produksi.

Mainstream 4: Penyediaan konsultasi dan informasi

Pada program Mainstream 4 ini yakni, PPTI FT UNY memberikan penyediaan konsultasi dan informasi, baik konsultasi dan informasi teknologi maupun informasi bisnis yang bisa diakses secara luas oleh masyarakat dan industri. Dengan semua sumberdaya yang dimiliki, baik peralatan, sumberdaya manusia, serta jaringan dengan berbagai pihak, inkubator PPTI berperan sebagai pusat konsultasi dan informasi bagi masyarakat luas, khususnya terkait dengan teknologi dan bisnis dalam bidang yang menjadi fokus UKM/IKM tenant yang dibina tersebut.

Bagi pelaku usaha, baik industri, UKM, maupun IKM, STP memfasilitasi penyelesaian atas berbagai permasalahan menyangkut teknologi dan bisnis yang muncul. Inkubator PPTI dapat membangun semacam “expert pool”, berupa forum para ahli yang berasal dari perguruan tinggi, lembaga litbang, maupun dunia usaha dan lembaga lainnya untuk menjadi konsultan teknologi dan bisnis yang selalu siap jika diperlukan oleh masyarakat. Penyediaan layanan konsultasi dan informasi dapat dilakukan baik secara langsung dimana konsumen datang ke kantor inkubator PPTI FT UNY atau melalui layanan secara online. Oleh karena itu, penyediaan sumber informasi yang up-to-date dalam sistem informasi yang dibangun di PPTI FT UNY menjadi sangat penting.

Mainstream 5: Penyediaan akses

Pada program Mainstream 5 ini yakni, PPTI FT UNY memberikan penyediaan akses ke lembaga-lembaga keuangan, investor, pemerintah, industri, sumber teknologi, lembaga perijinan, HKI dan sertifikasi serta jaringan lain yang dibutuhkan oleh pengusaha pemula berbasis teknologi untuk mengembangkan bisnisnya. Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, dalam proses penumbuhan bisnis berbasis teknologi tidak terlepas dari dukungan keuangan, teknologi, dan aspek legal lainnya untuk mendukung bisnisnya. Dalam hal keuangan khususnya untuk modal usaha, perusahaan pemula pada umumnya mengalami kesulitan dalam mengakses pinjaman dari lembaga keuangan perbankan, karena pihak bank memerlukan jaminan. Sementara itu, lembaga-lembaga keuangan non bank juga memiliki persyaratan yang cukup rumit bagi perusahaan pemula.

Inkubator PPTI FT UNY berperan dalam membantu menyelesaikan permasalahan tersebut, misalnya dengan menjadikan diri sebagai penjamin ke pihak Bank. Di samping itu, PPTI dapat mencari sumber-sumber keuangan baik dari program pemerintah, lembaga permodalan ventura, dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan, maupun investor-investor individu dengan syarat yang mudah. Tenant diberikan bimbingan dalam menyiapkan berbagai dokumen dan persyaratan yang dibutuhkan dalam proses mendapatkan bantuan keuangan tersebut.

Begitu pula halnya, PPTI juga memfasilitasi akses tenant terhadap sumber-sumber teknologi, baik di perguruan tinggi dan lembaga litbang dalam negeri, maupun dari lembaga-lembaga sejenis di luar negeri melalui jaringan yang dikembangkan. PPTI juga memberikan bantuan dalam pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang timbul selama proses inkubasi berlangsung, dengan mengacu kepada peraturan yang berlaku, dan memfasilitasi akses ke sentra HKI yang sudah ada. Dalam hal tenant memerlukan izin dalam pengelolaan dan pengembangan bisnisnya serta sertifikasi produknya, PPTI membantu proses perijinan dan sertifikasi tersebut.

Mainstream 6: Dukungan pengembangan teknologi

Pada program Mainstream 6 ini yakni, PPTI FT UNY memberikan dukungan pengembangan teknologi termasuk untuk pengembangan desain, prototyping, dan lain-lain. Proses pengembangan teknologi dari hasil riset di laboratorium menjadi produk komersial melewati beberapa tahapan penting. PPTI berperan membantu tahapan-tahapan pengembangan dan „pematangan‟ teknologi hingga mencapai level yang siap dikomersialisasikan oleh tenant. Contoh layanan serta dukungan penyediaan peralatan oleh PPTI adalah desain, pembuatan prototype produk, pengujian, dan uji-coba produksi skala pilot.

Mainstream 7: Research & Business Development (R&BD)

Pada program Mainstream 7 ini yakni, PPTI FT UNY memberikan pelayanan program dengan adanya aktivitas riset dan pengembangan untuk bisnis yang berkelanjutan. Tipe bisnis yang ditumbuh kembangkan melalui PPTI adalah bisnis berbasis teknologi. Oleh karena itu, pengembangan teknologi dan bisnis merupakan dua aspek penting yang didukung PPTI. Pengembangan teknologi secara berkelanjutan dilakukan melalui aktivitas riset di lembaga-lembaga riset dan perguruan tinggi yang menaungi PPTI (FT UNY) atau di sekitar PPTI (UGM maupun ITS). Sedangkan, perluasan bisnis dijalankan oleh PPTI melalui sayap bisnis berupa holding company yang telah dipersiapkan. Kedua aktivitas tersebut tidak dapat dipisahkan serta saling terkait satu dengan lainnya.