INDONESIA “KERJA BERSAMA”

Presiden Joko Widodo melalui Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia telah mengeluarkan edaran nomor B-1623/Kemensetneg/Ses/TU/.00.04/06/2017 tentang Tema dan Logo Peringatan Hari Ulang Tahun ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2017. Logo “72 Tahun Indonesia Kerja Bersama”, menjadi representasi pentingnya kerja secara bersama-sama penuh dengan semangat gotong royong untuk membangun Indonesia menuju masa depan yang lebih baik. Gotong royong adalah akar dari kebudayaan kita yang merupakan perwujudan harmoni kebersamaan yang telah menjadi perekat sosial paling efektif tanpa memandang ras, suku, agama, dan untuk mencapai tujuan luhur. Berikut sedikit ulasan dari isi edaran tersebut :

Slogan yang digunakan memiliki makna “Kerja Bersama, Bersama Kerja”. Jargon “Kerja bersama” menunjukkan suatu pendekatan yang bersifat merangkul dan memperlihatkan asas kebersamaan dan gotong royong dalam membangun Indonesia menjadi lebih baik. Sedangkan “Bersama kerja” menunjukkan ajakan untuk bersama-sama bekerja membangun kemajuan Indonesia dan mencapai target yang telah direncanakan. Pendekatan tersebut menjadi ajakan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk mengedepankan azas kebersamaan. Melalui semboyan ini pula masyarakat diingatkan untuk kembali bersama-sama bersatu dalam perbedaan dan melanjutkan perjuangan untuk menjadi bangsa yang terhormat, Bangsa Indonesia.

Presiden Jokowi menyatakan bahwa secara konsep sejak kecil masyarakat Indonesia dididik untuk memiliki kesadaran akan pentingnya menjadi makhluk sosial yang saling hidup berdampingan dan berinteraksi melibatkan individu lainnya. “Gotong Royong” adalah akar dari kebudayaan kita yang merupakan perwujudan harmoni kebersamaam yang telah menjadi perekat sosial paling efektif tanpa memandang ras, suku, dan agama untuk mencapai tujuan yang luhur. Keberagaman menjadi tema yang diangkat sebagai semangat pada perayaan 72 tahun Indonesia merdeka kali ini. Angka “7” pada logo menjadi simbol anak panah yang menyerong ke kanan atas. Ini melambangkan dinamisme pembangunan yang berorientasi ke masa depan positif. Sedangkan letak dan posisi angka “2” pada logo yang terlihat merangkul angka “7” lambang asas kebersamaan dalam bekerja membangun bangsa Indonesia dan mencapai target yang telah direncanakan. Bentuk angka “2” juga merepresentasikan bentuk bendera Indonesia yang terdiri dari dua bagian.

Tanggal 17 Agustus merupakan momment istimewa untuk memperingati Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia. Pada tahun 2107 ini, Indonesia sudah genap berusia 72 tahun. Selama 72 tahun ini Indonesia sudah merdeka terbebas dari penjajahan Bangsa Asing. Pertentangan antara golongan tua dan golongan muda yang juga melatarbelakangi peristiwa rengasdengklok pada masa persiapan kemerdekaan Bangsa Indonesia. Golongan muda dengan semangat membara bersikukuh untuk segera melaksanakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Hingga pada akhirnya dibacakanlah teks proklamasi oleh Ir. Soekarno yang pada waktu itu sebagai Presiden Republik Indonesia pertama kali, tepat pukul 10.00 WIB pada tanggal 17 Agustus 1945 di rumah kediaman Ir. Soekarno, Jl. Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta Pusat (kini telah berganti nama menjadi Jl. Proklamasi dan diganti dengan Tugu Proklamasi) menjadi titik awal perjalanan Bangsa Indonesia yaitu tepat di depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, sehingga diharapkan terwujud cita-cita Bangsa Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Tidak lengkap rasanya jika memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tanpa mengingat sejarah perjuangan bangsa serta Dasar Negara Republik Indonesia. Sebelum Ir. Soekarno membaca teks proklamasi, yang pada waktu itu juga sebagai salah satu perumus dasar negara mengatakan bahwa, “Kita dalam mengadakan Negara Indonesia Merdeka harus dapat meletakkan negara itu diatas suatu meja statis yang dapat mempersatukan segenap elemen di dalam bangsa itu, tetapi juga mempunyai tuntunan dinamis kearah mana kita gerakkan rakyat bangsa dan negara ini”. Pada saat mengemukakan dasar negara dalam pidatonya tanggal 1 Juni 1945 diawali dengan kelima prinsip meja statis dan Leitstar dinamis menjadi titik persetujuan ( common denominator) segenap elemen bangsa yaitu  Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau perikemanusiaan, mufakat atau demokrasi, kesejahteraan sosial, dan ketuahanan yang berkebudayaan. Berdasarkan kelima prinsip tersebut, usulan dasar negara oleh Muhammad Yamin dan Soepomo serta para anggota lainnya terciptalah Dasar Negara Bangsa Indonesia yaitu Pancasila. Pancasila berasal dari kata “Panca” yang berarti lima dan “Sila” yang  berarti sila atau dasar. Pancasila tersebut memiliki arti atau makna yang sangat mendalam bagi Bangsa Indonesia. Pancasila sebagai Jiwa Bangsa Indonesia atau dasar negara yang berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, dan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Alinea Kedua Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 tertulis cita-cita Bangsa Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Tidak mudah dalam mewujudkannya, banyak sekali tantangan yang datang terutama untu menciptakan masyarakat adil dan makmur. Kesejahteraan sosial untuk mewujudkan masyarakat yang makmur hendaknya sebuah demokrasi yang tidak hanya persamaan hak-hak politik tetapi juga atas bidang ekonomi. Kekuatan suatu bangsa terletak pada kemandiriannya dan kemandirian itu didapat dari yaitu rakyat yang mandiri, berdiri pada kekayaan dan kemampuan dirinya yang selanjutnya secara bersama bekerja untuk kemajuan Bangsa Indonesia. Seiring dengan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, memotivasi para generasi muda untuk berkreasi dan berinovasi dalam segala bidang. Begitujuga di era sekarang ini, terbukanya arus perdagangan dan hubungan internasional secara luas dengan adanya pasar bebas turut serta dalam mempengaruhi kestabilan perekonomian Indonesia. Salah satunya dengan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Indonesia tentu saja harus menyiapkan Sumber Daya Manusia yang mumpuni sehingga kualitas Sumber Manusianya tidak kalah dengan negara lain. Selain itu beberapa point dalam program NAWACITA yang dicanangkan pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan; meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya; serta mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik. Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi mengalokasikan dana hibah bagi Inkubator Bisnis khususnya di bidang teknologi untuk membantu para pengusaha muda di bidang teknologi sehingga dapat mengembangkan Usaha Kecil Menengah (UKM) dan mendorong terbukanya lapangan pekerjaan yang lebih luas serta kesejahteraan di bidang ekonomi. Pada akhirnya cita-cita Bangsa Indonesia untuk mewujudkan masyarakat yang merdeka, berdaulat, adil, dan makmur dapat terwujud. Aamiin.

 

Dirgahayu Republik Indonesia

Merdeka !!

(Erlinda Ika Mawarti)

About the author: ppti

Leave a Reply

Your email address will not be published.Email address is required.