Pola pikir orang kaya dan orang miskin

Apa sih perbedaan pola pikir orang kaya dan orang miskin?

Seorang pengusaha media raksasa di Amerika Serikat, Forbes pernah berkata, “sumber kekayaan dan modal terbesar manusia adalah pikiran, semangat, imajinasi, dan keyakinannya untuk masa depan”

Setiap orang tentu memiliki hal-hal tersebut. Tak ada Batasan bahwa pikiran, semangat, imajinasi, dan keyakinan hanya dimonopoli oleh orang-orang sukses. Dengan kemampuan mengeluarkan hal-hal tersebut dari dalam diri manusia, setiap orang baik si kaya dan si miskin memiliki kesempatan yang sama untuk mengubah masa depannya. Pengertian kaya dan miskin seperti dua wajah uang yang berbeda tetapi saling mengisi. Takkan ada orang kaya tanpa kehadiran orang miskin. Lalu apa perbedaan keduanya?

  1. Orang kaya berpikir seberapa keras usaha mereka untuk mengubah hidup. Mereka berpikir bahwa segalanya harus diperjuangkan dengan keras dan ulet. Semangat itu disandingkan dengan rasa tanggung jawab besar untuk terus memperbaiki diri dan menambah ilmu serta pengetahuan. Sementara orang miskin kerap menerima apa yang telah diguratkan pada kehidupannya. Mereka kurang keras mendorong diri untuk memperbaiki kehidupan mereka sendiri. Orang miskin pun kerap menyalahkan kesulitan hidup mereka yang pada dasarnya menjatuhkan semangat perubahan yang seharusnya diperjuangkan tanpa menyerah.

  1. Steve Siebold, seorang penulis buku motivasi ’How Rich People Think’ mengatakan “orang miskin berpikir untuk menabung agar hartanya melimpah, tetapi terus merasakan kekurangan”. Siebold berpendapat bahwa itu bukanlah cara untuk membuat diri anda kaya. Benar bahwa setiap orang kaya tentunya seorang penabung ulung. Tetapi pola pikir mereka adalah bagaimana cara meningkatkan pendapatan agar jumlah tabungan dapat bertambah lebih banyak.

  1. Untuk menjadi seorang kaya, anda harus berani menanggung resiko, termasuk kegagalan dalam usahanya. Disisi lain, andapun tidak boleh mudah terlena dengan kesuksesan kecil yang dapat dicapai. Orang kaya selalu fokus untuk menciptakan peluang dan membesarkan usahanya. Oleh sebab itu, banyak orang kaya yang berwirausaha agar menjadi kaya. Sementara orang miskin menganggap berwirausaha adalah usaha yang sangat beresiko. Hal ini biasanya disebabkan Karena sikap mereka yang cenderung mencari sekadar rasa aman, terutama dalam hal finansial.

  1. Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan kalimat “beranilah untuk bermimpi besar.” Pada dasarnya setiap manusia memiliki hasrat untuk terus berubah dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik. Itulah mengapa mereka terus menciptakan peluang dan inovasi. Itulah keberanian yang biasa ditemukan pada orang kaya. Sedangkan orang miskin cenderung menerima keadaan dan berpikir bahwa bermimpi besar hanyalah mimpi di siang bolong belaka. Mereka cenderung malas, bahkan merasa nyaman atas segala kesulitan hidup sehari-hari yang dihadapinya. Lebih parahnya, orang miskin kerap menyimpan prasangka negative atas semangat dan ketekunan orang kaya sebagai keserakahan.

  1. Cara menilai uang antara orang kaya dan orang miskin menentukan pula perubahan yang akan dihadapi mereka di masa mendatang. Siebold kembali mengatakan, orang miskin sangat perhitungan dengan cara mereka menggunakan uangnya. Sementara orang-orang kaya ternama banyak yang mengatakan bahwa mereka tidak khawatir kehilangan uangnya. Apa sebab mereka berani berpikir seperti itu? Pada dasarnya orang kaya menggunakan uang yang dimilikinya untuk melipatgandakan pendapatan mereka di masa mendatang. Jika dianalogikan, orang kaya senang melakukan berbagai investasi di banyak bidang tanpa memikirkan resikonya terlalu mendalam. Maka, orang kaya selalu melihat uang dengan logika, sedangkan orang miskin melihatnya dengan emosional.

Sumber: Without Branding Your Business is Nothing. Inspira Book.

(ctr)

About the author: ppti

Leave a Reply

Your email address will not be published.Email address is required.