Selamat Hari Demam Berdarah Dengue ASEAN

Pusat Pengembangan Teknopreneurship Indonesia (PPTI) Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta mengucapkan “Selamat Hari Demam Berdarah Dengue yang jatuh pada tanggal 15 Juni. ASEAN merupakan pelopor peringatan Hari Demam Berdarah Dengue (DBD). Asosiasi Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan kembali seruan mereka, pada semua sektor masyarakat untuk bersatu melawan penyakit. Dengue tetap menjadi ancaman kesehatan masyarakat yang serius, dengan wilayah Asia Pasifik menanggung 75% dari beban penyakit global saat ini. Dalam siaran persnya yang terlampir ke meja redaksi NRMnews dari situs resmi Asean.Org di sebutkan, bahwa ASEAN memiliki jumlah tertinggi infeksi dengue di Asia-Pasifik, dan ini memiliki dampak yang signifikan terhadap status sosial-ekonomi dari negara anggota.

Redaksi online alodokter.com memaparkan bahwa Indonesia menduduki peringkat kedua penderita DBD setelah Brazil. Bahkan menurut data Kementrian Kesehatan tahun 2009-2011 jumlah kematian akibat DBD di Indonesia mencapai 1.125 kasus. Data tersebut sekaligus menempatkan Indonesia di Asia Tenggara sebagai negara tertinggi dalam kasus penyakit DBD. Sedangkan menurut data Kementerian Kesehatan Indonesia tahun 2013, jumlah penderita DBD di seluruh 31 provinsi mencapai 48.905 orang, termasuk 376 orang diantaranya meninggal dunia. Jadi, pada dasarnya DBD adalah penyakit yang sangat umum di Indonesia.

Gejala demam berdarah umumnya akan terlihat pada tiga hingga empat belas hari setelah masa inkubasi dan biasanya diawali dengan demam tinggi yang bisa mencapai suhu 41 derajat celsius. Masa inkubasi adalah jarak waktu antara virus pertama masuk ke dalam tubuh sampai gejala pertama muncul.

6002839_20160216104806
http://s.kaskus.id/

Penyebab DBD adalah virus dengue dan menyebar ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. DBD tidak bisa menular langsung dari seseorang ke orang lain tanpa perantara nyamuk tersebut. Nyamuk Aedes aegypti biasanya berkembang biak di daerah berpenduduk tinggi (seperti di kota-kota besar) yang memiliki iklim lembab dan hangat.

pencegahan
http://1.bp.blogspot.com/

Berikut langkah-langkah pencegahan penyakit DBD, diantaranya :

  1. Mensterilkan rumah atau lingkungan sekitar rumah Anda, misalnya dengan penyemprotan pembasmi nyamuk.
  2. Membersihkan bak mandi dan menaburkan serbuk Abate agar jentik-jentik nyamuk mati.
  3. Menutup, membalik, atau jika perlu menyingkirkan media-media kecil penampung air lainnya yang ada di rumah Anda.
  4. Memasang kawat anti nyamuk di seluruh ventilasi rumah Anda.
  5. Memasang kelambu di ranjang tidur Anda.
  6. Memakai anti nyamuk, terutama yang mengandung N-diethylmetatoluamide (DEET) yang terbukti efektif. Namun jangan gunakan produk ini pada bayi yang masih berusia di bawah dua tahun.
  7. Mengenakan pakaian yang cukup bisa melindungi Anda dari gigitan nyamuk.

Dengan adanya peringatan hari DBD ini diharapkan dapat mengingatkan diri akan pentingnya sebuah kesehatan dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar. (slh)

About the author: ppti

Leave a Reply

Your email address will not be published.Email address is required.