Mengenal Studi Kelayakan Bisnis (2)

PPTI.or.id – Studi Kelayakan Bisnis (SKB) sangat diperlukan dalam memulai usaha baru. Adanya tingkat kegagalan menjadikan perlunya penelitian secara komprehensif dan sistematis variabel strategis yang menentukan kelayakan dan kemampuan memperoleh laba dari usaha baru dalam jangka panjang.

Tiga poin dalam Studi Kelayakan Bisnis telah dibahas dalam bagian artikel sebelumnya (Baca: Mengenal Studi Kelayakan Bisnis Bagian 1). Berikut kelanjutan dari proses SKB.

1. Analisis Kelayakan Finansial

Analisis kelayakan finansial dari usaha baru memerlukan pemilihan alternatif untuk diterapkan. Pendekatan analitis bagi masalah ini dipusatkan pada empat langkah dasar: 1) penentuan kebutuhan finansial total dengan dana-dana yang diperlukan untuk operasional; 2) penentuan sumber daya finansial yang tersedia serta biaya-biayanya, yaitu berupa pencairan sumber dana dan biaya modal; 3) penentuan aliran kas di masa depan yang bisa diharapkan dari operasi dengan cara analisa aliran kas pada selang waktu yang relatif singkat, biasanya bulanan; 4) penentuan pengembaliaan yang diharapkan melalui analisa pengembalian dari investasi.

2. Penilaian Kemampuan Organisasional (Sumber Daya Manusia)

Setiap bisnis usaha membutuhkan orang-orang dengan berbagai jenis keterampilan dan bakat untuk bekerja sama mencapai tujuan organisasional. Bahkan jika produk baru yang dihasilkan perusahaan sangat baik dan sumber daya finansial melimpah adalah orang-orang yang merupakan sumber keberhasilan organisasi.

Evaluasi kebutuhan personalia total dan keterampilan manajerial yang dibutuhkan adalah syarat analisis usaha baru yaitu diantaranya: 1) penentuan kebutuhan personalia dan perancangan struktur organisasi awal; 2) perbandingan kebutuhan dan ketersediaan personalia.

3. Analisis Persaingan

Perusahaan baru tidak akan bisa bertahan jika tidak memberikan dan mempertahankan keuntungan persaingan seperti produk yang bermutu tinggi, pelayanan yang lebih baik, waktu penyerahan yang lebih singkat, atau harga yang relatif lebih rendah. Banyak perusahaan baru yang kurang memperhatikan pemanfaaatan dan pengembangan produk yang kompetitif.

Setiap bisnis usaha umumnya cenderung menghadapi dua jenis tekanan persaingan: 1) persaingan langsung dari produk atau jasa yang identik dengan produk perusahaan itu pada pasar yang sama; 2) tekanan tidak langsung dari barang subtitusi (pengganti). Analisa ini mengungkapkan apakah usaha baru yang direncanakan memberikan keuntungan persaingan yang memadai pada produknya sehingga mampu menghadapi tekanan persaingan dari pesaing langsung maupun tidak langsung.

Pendekatan pragmatis untuk menganalisa tekanan persaingan dipusatkan pada tiga tugas berikut: 1) identifikasi pesaing besar potensial; 2) identifikasi berbagai strategi dan taktik yang digunakan pesaing dan dampak potensialnya terhadap operasi usaha yang direncanakan; 3) identifikasi keuntungan persaingan tertentu dari usaha yang direncanakan dan pengembangan strategi yang didasarkan pada penekanan pada keuntungan.

Hasil studi kelayakan bisnis berupa laporan dokumentasi lengkap dalam bentuk tertulis yang berisikan bagaimana rencana bisnis memiliki nilai-nilai positif, sehingga dapat dinyatakan sebagai bisnis yang layak. Studi kelayakan bisnis dijadikan tolak ukur layak atau tidaknya suatu bisnis. Hal paling penting dalam penyusunan studi kelayakan bisnis membantu menghindari resiko kerugian dengan memudahkan perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan bisnis.

Referensi :

Moerdiyanto, M.Pd. 2008. Studi Kelayakan Bisnis. Departemen Pendidikan Nasional. Universitas Negeri Yogyakarta.

About the author: ppti

Leave a Reply

Your email address will not be published.Email address is required.