Mengenal Studi Kelayakan Bisnis (1)

PPTI.or.id – Studi Kelayakan Bisnis (SKB) sangat diperlukan dalam memulai usaha baru. Adanya tingkat kegagalan menjadikan perlunya penelitian secara komprehensif dan sistematis variabel strategis yang menentukan kelayakan dan kemampuan memperoleh laba dari usaha baru dalam jangka panjang.

Manfaat hasil studi kelayakan bisnis digunakan sebagai pedoman atau alat pengawas untuk mengetahui sampai sejauh mana kegiatan telah dilakukan. Tujuan dilakukannya studi kelayakan adalah untuk menghindari keterlanjuran penanaman modal yang terlalu besar untuk kegiatan yang ternyata tidak menguntungkan.

Langkah yang perlu ditentukan dalam studi kelayakan adalah identifikasi kesempatan usaha, perumusan, penilaian terhadap berbagai aspek dan pemilihan dengan mempertimbangkan segala keterbatasan dan tujuan yang dicapai.

Hal-hal yang perlu ditentukan dalam studi kelayakan adalah ruang lingkup kegiatan bisnis, cara kegiatan bisnis dilakukan, evaluasi terhadap aspek-aspek yang menentukan keberhasilan suatu bisnis, sarana yang diperlukan oleh bisnis, hasil kegiatan bisnis, dan akibat yang bermanfaat atau tidak dari adanya bisnis.

Analisis studi kelayakan bisnis diantaranya :

1. Penetapan Kelayakan Usaha atau Bisnis Baru

Pada umumnya usaha atau bisnis tidaklah memerlukan dana yang sedikit, dan banyak hal yang mempengaruhi untung atau tidaknya suatu bisnis. Suatu analisis kelayakan bisnis hendaknya mampu mengidentifikasi masalah-masalah yang sering terjadi dalam menjalankan bisnis serta menunjukkan cara untuk mengendalikannya.

Adapun beberapa faktor yang menyebabkan kegagalan usaha baru adalah: 1) pengetahuan pasar yang tidak memadai; 2) kinerja produk yang salah; 3) usaha pemasaran dan penjualan yang tidak efektif; 4) tidak disadarinya tekanan persaiangan; 5) keusangan produk yang terlalu cepat; 6) waktu memulai usaha baru yang tidak tepat; 7) kapitulasi yang ridak memadai.

2. Analisis Kelayakan Teknis

Sebelum mengimplementasikan usaha baru, analisis kelayakan teknis yang perlu dilaksanakan yaitu identifikasi spesifikasi teknis penting dan uji coba produk atau jasa untuk menemukan apakah telah memnuhi spesifikasi kinerja.

fikasi spesifikasi teknis memiliki persyaratan penting yaitu desain fungsional dari produk dan daya penampilan; fleksibilitas, memungkinkan adanya modifikasi ciri luar dari produk untuk memenuhi permintaan konsumen atau peri=ubahan teknologi dan persaingan; daya tahan bahan baku produk; bisa diandalkan, kinerja produk sesuai dengan yang diharapkan; keamanan produk tidak menimbulkan bahaya pada operasi normal; daya guna yang bisa diterima; kemudahan dan biaya pemeliharaan yang rendah; standarisasi melalui dihilangkannya suku cadang yang tidak perlu; kemudahan untuk diproduksi dan diproses; serta kemudahan untuk ditangani.

Pengembangan dan uji coba produk termasuk juga studi rekayasa, uji laboratorium, evaluasi bahan baku alternatif, dan fabrikasi model dan prototif untuk uji lapangan. Untuk setiap tahap pengujian hasil negatif dan positif harus ditimbang dan dilakukan penyesuaian yang perlu. adapuan hasilnya harus dievaluasi terhadap persyaratan dan spesifikasi bisnis.

3. Penilaian Peluang-Peluang Pasar

Riset pasar adalah pengumpulan, pencatatan dan analisis secara sistematis, atas informasi yang berkaitan dengan pemasaran dan jasa. Riset pasar dapat membuat keputusan pemasaran yang lebih baik. Riset pasar dapat membantu: 1) menemukan pasar yang menguntungkan; 2) memilih produk yang dapat dijual; 3) menentukan perubahan dalam perilaku konsumen; 4) meningkatkan teknik-teknik pemasaran yang lebih baik; 5) merencanakan sasaran yang realistik.

Tujuan riset adalah mengumpulan informasi untuk pengambilan keputusan pada perasaaan dan pendapatnya sendiri. Perakitan , penyaringan, dan analisis informasi yang relevan mengenai pasar dan kemampuan dari produk untuk dipasarkan merupakan landasan untuk menilai potensi keberhasilan dari usaha baru yang dimaksudkan. Tiga aspek utama bagi prosedur ini adalah sebagai berikut: 1) penelitian potensi pasar dan identifikasi pemakai potensial; 2) analisis seberapa besar perusahaan baru bisa dimanfaatkan potensi pasar; 3) penentuan nyata pasar dan resiko-resiko melalui uji coba pasar.

Referensi :

Moerdiyanto, M.Pd. 2008. Studi Kelayakan Bisnis. Departemen Pendidikan Nasional. Universitas Negeri Yogyakarta.

About the author: ppti

Leave a Reply

Your email address will not be published.Email address is required.